Rabu, 09 Desember 2015

Struktur Algoritma Percabangan "IF, IF THEN, IF THEN ELSE, CASE OF"

IF
Perintah If adalah statemen yang digunakan untuk menyeleksi kondisi di antara dua kemungkinan. Kondisi tersebut terpenuhi atau tidak. Logika dalam bahasa manusianya adalah “Jika kondisi ini terpenuhi maka kerjakan ini jika tidak maka kerjakan selanjutnya”. 
Perintah IF akan mencocokan kondisi yang diberikan dengan kondisi yang ditetapkan padanya. Jika kondisi tersebut memenuhi maka program akan mengerjakan perintah di dalam blok. Jika tidak terpenuhi maka program akan mengerjakan perintah selanjutnya atau dengan kata lain kondisi yang tidak terpenuhi tadi diabaikan. 
Di dalam pemrograman java, dikenal beberapa bentuk perintah if.
  • Kondisi tunggal (if)
  • Dua kondisi (if – else)
  • Kondisi lebih dari dua. (if – then - else)

IF THEN
Statemen IF-THEN digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi, jika kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statemen yang mengikuti THEN akan diproses. Tetapi, apabila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses adalah statemen berikutnya. Atau bisa dibilang digunakan jika pada pemilihan hanya ada satu aksi yang akan dilakukan jika kondisi tertentu terpenuhi dan tidak ada aksi yang lain yang akan dikerjakan jika kondisi tidak terpenuhi.


IF THEN ELSE
Struktur if – then – else digunakan bila program yang kita buat dihadapkan pada dua pilihan proses. Bila pilihan prosesnya tiga atau lebih, maka kita dapat menambah struktur if lagi di dalamnya, itulah yang kita sebut sebagai if bersarang. Atau bisa dibilang digunakan jika pada pemilihan ada dua aksi yang akan dilakukan.


CASE OF
Struktur case of adalah cara lain yang bisa digunakan untuk memilih suatu kondisi tertentu. Statemen CASE-OF digunakan untuk memilih jika terdapat lebih dari dua kondisi yang setiapnya memerlukan penanganan yang berbeda.


*contoh dari masing - masing struktur / statemen akan dibahas di artikel yang akan datang*

Struktur Algoritma Pengulangan "For & While"


Struktur pengulangan "For"
Pengulangan dengan menggunakan For, merupakan salah teknik pengulangan yang paling tua dalam bahasa pemrograman. Hampir semua bahasa pemrograman menyediakan metode ini, meskipun sintaksnya mungkin berbeda. Pada struktur For kita harus tahu terlebih dahulu seberapa banyak badan loop akan diulang. Struktur ini menggunakan sebuah variable yang biasa disebut sebagai loop's counter, yang nilainya akan naik atau turun selama proses pengulangan.



Struktur pengulangan "While"
Seperti halnya For, struktur pengulangan dengan While juga merupakan struktur yang didukung oleh hampir semua bahasa pemrograman namun dengan sintaks yang berbeda. Struktur While akan mengulang pernyataan pada badan loop sepanjang kodisi pada While bernilai benar. Dalam artian kita tidak perlu tahu pasti berapa kali diulang. Yang penting sepanjang kondisi pada While dipenuhi maka pernyataan pada badan loop akan diulang.
Perhatikan tahapan eksekusi flowchart berikut ini :
  • Pada flowchart ini ada dua variabel yang kita gunakan yaitu A dan B. Kedua variabel tersebut kita inisialisasi nilai awalnya (A = 1 dan B = 0) sebelum proses loop terjadi. Variabel A adalah variabel counter.
  • Pada simbol decision, nilai A akan diperiksa apakah memenuhi kondisi (< 10). Jika Ya maka perintah berikutnya dieksekusi, jika tidak maka program akan berhenti. Pada awal eksekusi ini kondisi akan terpenuhi karena nilai A= 1.
  • Jalankan perintah Print B.
  • Nilai variabel A kemudian diganti dengan nilai A lama (1) ditambah 2. Sehingga nilai variabel A baru adalah 3. Sedangkan nilai variabel B = 9 (hasil perkalian A = 3).
  • Program akan berputar kembali untuk memeriksa apakah nilai variabel A masih lebih kecil dari 10. Pada kondisi ini nilai A = 3, sehingga kondisi masih terpenuhi. Kemudian langkah berulang ke langkah ke 3. Begitu seterusnya sampai nilai variabel A tidak lagi memenuhi syarat kurang dari 10.




Contoh untuk For. Tuliskan menghitung luas persegi panjang :
  • Natural


  • Pseudocode


  • Flowchart


Struktur Dasar Algoritma

Algoritma berisi langkah - langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah - langkah tersebut dapat berupa runtutan aksi (sequence), pemilihan aksi (selection), pengulangan aksi (iteration) atau kombinasi dari ketiganya. Jadi struktur dasar pembangunan algoritma ada 3 yaitu:

Struktur Runtutan / Beruntun
Digunakan untuk program yang pernyataannya sequential atau urutan. Struktur beruntun terdiri satu atau lebih instruksi. Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan penulisannya, yaitu sebuah instruksi dieksekusi setelah instruksi sebelumnya selesai dieksekusi. Urutan Instruksi menentukan keadaan akhir dari algoritma. Bila urutannya diubah, maka hasil akhirnya mungkin juga berubah.
Menurut Goldshlager dan Lister (1988) struktur berurutan mengikuti ketentuan sebagai berikut :
  • Tiap instruksi dikerjakan satu per satu
  • Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada yang diulang
  • Urutan instruksi yang dilaksanakan pemproses sama dengan urutan aksi sebagaimana yang tertulis di dalam algoritmanya.
  • Akhir dari instruksi merupakan akhir algoritma
Struktur Pemilihan / Percabangan
Digunakan untuk program yang mengguknakan pemilihan atau penyeleksian kondisi. Pada struktur percabangan, program akan berpindah urutan pelaksanaan jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi. Pada proses seperti ini simbol flowchart Decision harus digunakan. Simbol decision akan berisi pernyataan yang akan diuji kebenarannya. Nilai hasil pengujian akan menentukan cabang mana yang akan ditempuh.

Struktur Perulangan
Digunakan untuk program yang pernyataannya akan dieksekusi berulang - ulang. Struktur pengulangan terdiri dari 2 bagian, yaitu :
  • Kondisi Pengulangan
Kondisi pengulangan yaitu syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan. Syarat ini biasanya dinyatakan dalam ekspresi Boolean yang harus diuji apakah bernilai benar (true) atau salah (false).
  • Badan Pengulangan (Loop Body)
Badan pengulangan yaitu satu atau lebih instruksi yang akan diulang. Pada struktur pengulangan, biasanya juga disertai bagian inisialisasi dan bagian terminasi.
Inisialisasi adalah instruksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali. Bagian ini umumnya digunakan untuk memberi nilai awal sebuah variabel.
Terminasi adalah instruksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan. Ada beberapa syarat bentuk pengulangan yang dapat digunakan, masing - masing dengan syarat dan karakteristik sendiri.
Pemilihan bentuk pengulangan untuk masalah tertentu dapat mempengaruhi kebenaran algoritma. Pemilihan untuk pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram. Struktur pengulangan bisa menggunakan For atau While. (Akan dibahas selanjutnya)